-
Sikap Setengah Hati Pemerintah yang Tak Kunjung Usai
Selasa, 11 Januari 2011, 00:15:21 WIB
Pemerintah nampaknya menyadari betapa negara yang berada di atas wilayah "panas" Cincin Api ini, terus dan masih akan dilanda bencana. Pemerintah juga menyadari ketidakmampuannya menghadapi kompleksitas persoalan yang telah dan akan mereka hadapi dalam program-program penanggulangan bencana yang memang multi sektor. Menyadari hal itu nampaknya pemerintah kemudian mencoba mengembangkan partisipasi masyarakat non-negara baik dari kalangan NGO, Perguruan Tinggi, maupun profesional lainnya, yang setidaknya mereka lakukan di aras Undang-Undang Penanggulangan Bencana. Namun fakta berbicara lain.
selengkapnya ⇒ -
Pemerintah: Hingga Kapan Kebingungan Kalian?
Selasa, 4 Januari 2011, 00:20:30 WIB
Logikanya, setelah ketentuan status bencana ini, barulah ditentukan tindakan-tindakan tanggap darurat, pemulihan dan rehabilitasi. Implikasi dari penentuan status dan aksi-aksi turunannya adalah pendanaan (alokasi budget). Memang, tanpa ada penetapan status sesuai aturan itupun, kegiatan tanggap darurat di masyarakat bisa terjadi secara spontan begitu saja. Solidaritas antar warga bisa berlangsung tanpa campur tangan pemerintah. Hanya saja, bagi tindakan-tindakan pemulihan yang biasanya akan memakan waktu panjang, diperlukan suatu kebijakan yang didasari oleh aturan yang ada. Apalagi program pemulihan memang pasti akan memerlukan sumberdaya yang besar. Agar kemudian, setidaknya, masyarakat tahu bahwa negara memang benar-benar berfungsi bagi warganya.
selengkapnya ⇒ -
SELAMAT NATAL & TAHUN BARU
Jumat, 24 Desember 2010, 22:08:50 WIB

selengkapnya ⇒ -
SKEMA KHUSUS FILANTROPI LOKAL: CONTOH AWAL DI DUSUN KENINGAR
Senin, 20 Desember 2010, 22:24:03 WIB
"...Tolong dibuat daftar kebutuhannya yang lebih rinci dengan rencana biayanya. Saya akan memberitahu teman-teman saya untuk ikut membantu", demikian penggalan layanan pesan singkat (SMS) kepada Eko Istiyanto dan Ilham Syaiful Huda, Kordinator dan Anggota TRK-INSIST di Pos Lapangan Magelang, pada hari Senin siang, 20 Desember 2010.
Pesan itu dikirimkan oleh seorang ibu di Jakarta, Mila Kasalan (pada gambar, berkaos putih di tengah), untuk membantu perbaikan kerusakan rumah warga di Dusun Keningar, salah satu dusun korban bencana Merapi di pedalaman Kabupaten Magelang. Dusun ini adalah juga salah satu dari 14 dusun terpilih sebagai lokasi kerja tahap rekonstruksi TRK-INSIST. Pesan itu merupakan tindak-lanjut dari kunjungan Ibu Mila --dan beberapa orang ibu rekannya-- pada hari Sabtu, 18 Desember 2010, ke Dusun Keningar. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk skema rekonstruksi oleh TRK-INSIST, yakni skema khusus yang mencoba mengerahkan sumber-sumber filantropi lokal untuk membantu tahap rekonstruksi secara terfokus pada satu lokasi tertentu, baik secara keseluruhan maupun hanya pada satu aspek tertentu saja sesuai dengan kemampuan. Misalnya, pada satu unit pemukiman terkecil (RT atau dusun) dengan prioritas pada pemulihan prasarana dasar tertentu (seperti perbaikan rumah warga atau pembangunan sarana air bersih, dan sebagainya).
selengkapnya ⇒

